Setiap manusia pasti mengalami perkembangan mulai dari lahir kemudian memasuki fase bayi, anak-anak, remaja, dewasa sampai pada akhirnya menjadi tua dan akhirnya mati. Semua fase ini akan dilalui oleh semua orang. Setiap fase tersebut mempengaruhi perubahan dan perkembangan seluruh aspek manusianya baik dari aspek fisik, psikis maupun intelegensia secara bersamaan. Contoh: secara fisik ketika kita masih bayi, kita baru belajar untuk merangkak dan berjalan.
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Prediksi Ujian Nasional Bahasa Inggris
1. NO SMOKING
This notice means ....
a. Light your cigarette here
b. do not smoke here
c. hide your own smoking habit
d. do not show a cigarette
Read the following text and answer the question 2 and 3
Attention
Armada Executive Bus will be leaving for Bogor to Yogyakarta at fourteen twenty, would the passenger now board the bus?
2. Which bus goes to Jakarta?
a. armada executive
b. armada busines
c. lorena executive
d. lorena busines
3. What time is the bus leaving?
a. at 20.40
b. at 14.20
c. at 14.20
d. at 4.20
Read the following text and answer question 4 to 7
Hendar has two rabbits as pets. One is black with a red nose. Hendra named it Bintang. The other is white with a black spot on its tail. He called it Bleki.
Hendra never forgets to feed them with vegetables. He also gives them milk, so those pets are fat and healthy. He always plays with them after school.
4. Bintang has ....
a. White fur
b. A red nose
c. A black spot on its tail
d. Black fur with a white spot on its tail
5. Hendra has fat and healthy rabbits because ....
a. They love playing with Hendra
b. Hendra always plays with them after school
c. Hendra gives them vegetables and milk
d. Beki loves eating vegetables and drinks milk
This notice means ....
a. Light your cigarette here
b. do not smoke here
c. hide your own smoking habit
d. do not show a cigarette
Read the following text and answer the question 2 and 3
Attention
Armada Executive Bus will be leaving for Bogor to Yogyakarta at fourteen twenty, would the passenger now board the bus?
2. Which bus goes to Jakarta?
a. armada executive
b. armada busines
c. lorena executive
d. lorena busines
3. What time is the bus leaving?
a. at 20.40
b. at 14.20
c. at 14.20
d. at 4.20
Read the following text and answer question 4 to 7
Hendar has two rabbits as pets. One is black with a red nose. Hendra named it Bintang. The other is white with a black spot on its tail. He called it Bleki.
Hendra never forgets to feed them with vegetables. He also gives them milk, so those pets are fat and healthy. He always plays with them after school.
4. Bintang has ....
a. White fur
b. A red nose
c. A black spot on its tail
d. Black fur with a white spot on its tail
5. Hendra has fat and healthy rabbits because ....
a. They love playing with Hendra
b. Hendra always plays with them after school
c. Hendra gives them vegetables and milk
d. Beki loves eating vegetables and drinks milk
MENDIKNAS DIMINTA PERCEPAT PENGADAAN BUKU MURAH
Jakarta, 6/2/2008 (Kominfo-Newsroom) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Mendiknas dan jajaran pemerintah daerah untuk mepercepat implementasi pengadaan buku murah guna mengurangi beban biaya pendidikan yang ditanggung para orang tua.
“Implementasi buku murah harus dipercepat sehingga bisa mengurangi komponen pembiayaan orang tua yang menyekolahkan putra-putrinya,” kata Presiden Yudhoyono usai memimpin rapat terbatas bidang pendidikan di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (5/2).
Salah satu persoalan pendidikan yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan buku atau bahan-bahan ajaran baik dari segi jumlah maupun harga. Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan membeli copyright (hak kopi) dan memproduksi buku itu sehingga memudahkan para murid mendapatkan harga buku murah.
Sejak tahun 2005 disamping beasiswa, pemerintah telah memberikan beberapa bantuan dianataranya BOS, BKM (Bantuan khusus Murid) dan BOS buku senilai Rp11,5 triliun. Bantuan ini membebaskan pungutan buku sekitar 70,3 persen siswa SD dan SMP.
“Program ini akan dilanjutkan agar akses pendidikan dapat dibuka lebih lebar dan orang tua golongan ekonomi lemah tidak memiliki hambatan untuk menyekolahkan anaknya,” ujarnya.
Pada rapat itu, hadir juga Wapres Jusuf Kalla, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkes Siti Fadilah Supari, Menristek Kusmayanto Kadiman, mendagri Mardiyanto, Seskab Sudi Silalahi dan para gubernur di Indonesia.
Dalam hal peningkatan mutu dan kualitas pendidikan Indonesia, kepala negara berpendapat bahwa hal itu sesuatu yang tidak bisa dikompromikan. Bangsa Indonesia tidak boleh lunak dan permisif terhadap mutu pendidikan jika ingin bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain.
Pemerintah, menurut presiden, juga berupaya keras mempertahankan kualitas dosen dan guru melalui peningkatkan gaji dan pemberian tunjungan fungsional, profesi dan tunjangan khusus.
“Dengan cara itu kita berharap bahwa mereka semua memiliki kompetensi atau kemampuan yang baik, mengerti hak dan kewajiaban tentunya mendapatkan kesejahteraan cukup,” katanya. Dalam hal peningkatan mutu pendidikan, pemerintah bersama-sama lembaga pendidikan dan dunia usaha akan membangun kerjasama untuk mengurangi angka pengangguran akibat kurangnya sinkorinasi lembaga pendidikan terhadap pekerjaan yang diperluka dunia industri atau sector jasa.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan penguasaan Information Communication and Technologi (ICT) terhadap peserta didik. "Sebagai contoh telah kita gelar jaringan ICT di 10 ribu di seluruh 471 dinas kota/kabupaten , termasuk 36 unit pendidikan jarak jauh."
Harapannya adalah agar pendidikan "lebih cepat, merata dan menjangkau kemampuan kita untuk memberikan pendidikan di seluruh tanah air,” kata presiden sambil menambahkan bahwa sejak tahun 2005-2007 pemerintah telah melakukan pembangunan dan rehabilitasi 5.419 unit sekolah, 4.428 perpustakaan dan 8.581 laboratorium dengan biaya Rp7,147 triliun. (T.Ys/id/a)
“Implementasi buku murah harus dipercepat sehingga bisa mengurangi komponen pembiayaan orang tua yang menyekolahkan putra-putrinya,” kata Presiden Yudhoyono usai memimpin rapat terbatas bidang pendidikan di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (5/2).
Salah satu persoalan pendidikan yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan buku atau bahan-bahan ajaran baik dari segi jumlah maupun harga. Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan membeli copyright (hak kopi) dan memproduksi buku itu sehingga memudahkan para murid mendapatkan harga buku murah.
Sejak tahun 2005 disamping beasiswa, pemerintah telah memberikan beberapa bantuan dianataranya BOS, BKM (Bantuan khusus Murid) dan BOS buku senilai Rp11,5 triliun. Bantuan ini membebaskan pungutan buku sekitar 70,3 persen siswa SD dan SMP.
“Program ini akan dilanjutkan agar akses pendidikan dapat dibuka lebih lebar dan orang tua golongan ekonomi lemah tidak memiliki hambatan untuk menyekolahkan anaknya,” ujarnya.
Pada rapat itu, hadir juga Wapres Jusuf Kalla, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkes Siti Fadilah Supari, Menristek Kusmayanto Kadiman, mendagri Mardiyanto, Seskab Sudi Silalahi dan para gubernur di Indonesia.
Dalam hal peningkatan mutu dan kualitas pendidikan Indonesia, kepala negara berpendapat bahwa hal itu sesuatu yang tidak bisa dikompromikan. Bangsa Indonesia tidak boleh lunak dan permisif terhadap mutu pendidikan jika ingin bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain.
Pemerintah, menurut presiden, juga berupaya keras mempertahankan kualitas dosen dan guru melalui peningkatkan gaji dan pemberian tunjungan fungsional, profesi dan tunjangan khusus.
“Dengan cara itu kita berharap bahwa mereka semua memiliki kompetensi atau kemampuan yang baik, mengerti hak dan kewajiaban tentunya mendapatkan kesejahteraan cukup,” katanya. Dalam hal peningkatan mutu pendidikan, pemerintah bersama-sama lembaga pendidikan dan dunia usaha akan membangun kerjasama untuk mengurangi angka pengangguran akibat kurangnya sinkorinasi lembaga pendidikan terhadap pekerjaan yang diperluka dunia industri atau sector jasa.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan penguasaan Information Communication and Technologi (ICT) terhadap peserta didik. "Sebagai contoh telah kita gelar jaringan ICT di 10 ribu di seluruh 471 dinas kota/kabupaten , termasuk 36 unit pendidikan jarak jauh."
Harapannya adalah agar pendidikan "lebih cepat, merata dan menjangkau kemampuan kita untuk memberikan pendidikan di seluruh tanah air,” kata presiden sambil menambahkan bahwa sejak tahun 2005-2007 pemerintah telah melakukan pembangunan dan rehabilitasi 5.419 unit sekolah, 4.428 perpustakaan dan 8.581 laboratorium dengan biaya Rp7,147 triliun. (T.Ys/id/a)
Guru Keluhkan Proses Sertifikasi
Jakarta - Para guru mengeluhkan kurang transparannya proses sertifikasi guru. Terdapat banyak informasi yang belum jelas seputar pelaksanaan sertifikasi, terutama terkait pembayaran tunjangan profesi dan penentuan kelulusan.
Hal itu dikemukakan Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Suparman, Selasa (3/6).
Ketidakjelasan tersebut antara lain soal penyaluran tunjangan profesi bagi guru yang lolos sertifikasi dan penentuan kelulusan guru. Pemerintah menyatakan telah mengalokasikan dana tersebut, tetapi guru belum menerima tunjangan itu.
Ketidaktransparanan dalam penilaian juga dipertanyakan. ”Ada yang merasa portofolio cukup lengkap, tetapi tidak lolos dan tidak ada penjelasannya,” ujar Suparman.
Kepala SD Negeri Nanggung 01, Serang, Banten, Turman, yang selesai mengikuti Diklat Profesi Guru pada 29 Desember 2007, mengatakan hal senada. ”Pembayaran tunjangan profesi masih simpang siur,” ujar Turman.
Dia mengatakan, berdasar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2007 tentang Penyaluran Tunjangan Profesi bagi Guru, guru berhak menerima tunjangan profesi setelah satu bulan kelulusan. Namun, itu tidak terjadi.
Bahkan, lalu bermunculan pemberitahuan lain terkait jadwal pembayaran tunjangan yang berbeda dengan peraturan menteri. Dia mempertanyakan ketentuan pembayaran tunjangan yang berubah-ubah tersebut.
”Peserta dari kuota yang sama dan lulus setelah melalui Diklat Profesi Guru dibedakan. Tunjangan peserta Diklat Profesi Guru diperhitungkan per Juli mendatang. Ini membingungkan guru,” ujarnya.
Suparman menambahkan, ”Kalau informasi simpang siur dan tidak transparan, malah meresahkan dan mengganggu kinerja guru.” (Kompas)
Hal itu dikemukakan Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Suparman, Selasa (3/6).
Ketidakjelasan tersebut antara lain soal penyaluran tunjangan profesi bagi guru yang lolos sertifikasi dan penentuan kelulusan guru. Pemerintah menyatakan telah mengalokasikan dana tersebut, tetapi guru belum menerima tunjangan itu.
Ketidaktransparanan dalam penilaian juga dipertanyakan. ”Ada yang merasa portofolio cukup lengkap, tetapi tidak lolos dan tidak ada penjelasannya,” ujar Suparman.
Kepala SD Negeri Nanggung 01, Serang, Banten, Turman, yang selesai mengikuti Diklat Profesi Guru pada 29 Desember 2007, mengatakan hal senada. ”Pembayaran tunjangan profesi masih simpang siur,” ujar Turman.
Dia mengatakan, berdasar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2007 tentang Penyaluran Tunjangan Profesi bagi Guru, guru berhak menerima tunjangan profesi setelah satu bulan kelulusan. Namun, itu tidak terjadi.
Bahkan, lalu bermunculan pemberitahuan lain terkait jadwal pembayaran tunjangan yang berbeda dengan peraturan menteri. Dia mempertanyakan ketentuan pembayaran tunjangan yang berubah-ubah tersebut.
”Peserta dari kuota yang sama dan lulus setelah melalui Diklat Profesi Guru dibedakan. Tunjangan peserta Diklat Profesi Guru diperhitungkan per Juli mendatang. Ini membingungkan guru,” ujarnya.
Suparman menambahkan, ”Kalau informasi simpang siur dan tidak transparan, malah meresahkan dan mengganggu kinerja guru.” (Kompas)


